Blog Nuryanto
Sabtu, 22 Oktober 2011
Sabtu, 01 Oktober 2011
PERAN
DISIPLIN DALAM MENINGKATKAN
PRESTASI
BELAJAR SISWA
PENDAHULUAN
Didalam proses belajar mengajar,
disiplin merupakan suatu masalah yang penting. Seorang siswa perlu memiliki
sikap disiplin dengan melakukan latihan yang dapat memperkuat dirinya sendiri
untuk selalu terbiasa patuh dan mempertinggi daya kendali diri. Sikap disiplin
yang timbul dari kesadarannya sendiri akan dapat lebih mamacu dan tahan lama
dibandingkan dengan sikap disiplin yang timbul karena adanya pengawasan dari
orang lain.
Disiplin dapat tumbuh dan dibina
melalui latihan, pendidikan atau penanaman kebiasaan yang harus dimulai sejak
dalam lingkungan keluarga, mulai pada masa kanak-kanak dan terus tumbuh
berkembang sehingga menjadi disiplin yang semakin kuat. Seperti halnya
disebutkan oleh Tulus Tu’u (2004:37) bahwa dengan disiplin yang muncul karena
kesadaran diri, siswa berhasil dalam belajar, tanpa disiplin yang baik suasana
sekolah dan juga kelas menjadi kurang kondusif bagi kegiatan pembelajaran. Secara
positif disiplin memberi dukungan lingkungan yang tenang dan tertib bagi proses
pembelajaran, disiplin merupakan jalan bagi siswa untuk sukses dalam belajar
dan kelak ketika bekerja karena kesadaran pentingnya norma, aturan, kepatuhan
dan ketaatan merupakan kesuksesan seseorang.
Disiplin tidak dibentuk dalam waktu
sekecap. Diperlukan pembinaan, tempaan yang terus menerus sejak dini. Melalui
tempaan manusia akan menjadi kuat. Melalui tempaan mental dan moral seseorang
akan teruji, melalui tempaan pula menjadikan seseorang dapat mengatasi
masalah-masalah dengan penuh ketabahan dan kegigihan. Melalui tempaan pula
mereka memperoleh nilai tambah. Disiplin tersebut akan terwujud melalui
pembinaan sejak dini, sejak usia muda, dimulai dari lingkungan keluarga melalui
pendidikan yang tertanam sejak usia muda yang semakin lama semakin menyatu
dalam dirinya dengan bertambahnya usia.
Keberhasilan belajar juga dapat
diciptakan melalui kedisiplinan siswa dalam belajar. Slameto (2003:3)
mengatakan bahwa disiplin merupakan kata benda yang berarti perilaku atau tata
tertib yang sesuai dengan peraturan atau ketetapan atau perilaku yang diperoleh
dari pelatihan. Disiplin juga merupakan kata kerja yang berarti menciptakan
keadaan tertib dan patuh dengan pelatihan dan pengawasan serta melakukan
pembetulan kesalahan demi kesalahan. Sehingga siswa akan lebih mudah dalam
menguasai pengetahuan yang diberikan serta dapat memanfaatkan dalam kehidupan
dimasyarakat.
Berdasarkan pengalaman penulis
selama ini masih terdapat sekelompok siswa yang tingkat kedisiplinan belajarnya
masih rendah. Hal ini nampak pada siswa dalam mengikuti pelajaran di kelas
terkesan tidak atau kurang serius bahkan kadang terkesan semaunya. Siswa datang
terlambat, siswa sering tidak mencatat, siswa tidak segera memasuki kelas
meskipun bel tanda masuk telah berbunyi, siswa tidak mengerjakan tugas, siswa
lebih senang berbicara dengan teman-temannya dari pada mencoba mengerjakan
soal, tidak mendengarkan dengan serius saat guru menerangkan dan masih banyak
lagi perilaku tidak disiplin dalam belajar yang dilakukan siswa di sekolah.
Kondisi semacam ini mempengaruhi
hasil belajar yang berdampak pada prestasi belajar siswa. Perilaku tidak
disiplin yang dilakukan siswa apabila tidak segera ditangani untuk diubah
menjadi perilaku yang disiplin, akan berpengaruh pada kepribadian siswa yang
tentunya akan sangat merugikan diri siswa itu sendiri.
Dalam kegiatan belajar mengajar di
kelas seorang guru memiliki peran utama sekaligus sebagai pembimbing. Oleh
karena itu, secara langsung guru bertanggung jawab memberikan bantuan terhadap
siswa dalam upaya menemukan pribadi dan merencanakan masa depan termasuk
mengubah perilaku yang kurang baik menjadi perilaku terpuji.
Dalam
membuat tata tertib sekolah pihak sekolah harus melibatkan perwakilan wali
murid dan perwakilan siswa, agar tata tertib yang berlaku di sekolah merupakan
hasil kesepakatan bersama sehingga siswa akan lebih mematuhi tata tertib
tersebut. Pemberian tata tertib dan pengawasan terhadap pelaksanaannya serta
penjelasan-penjelasan terhadap arti pentingnya kedisiplinan diharapkan akan
dapat menumbuhkan rasa disiplin dalam diri siswa. Terciptanya sikap disiplin
belajar di sekolah akan mendukung proses kegiatan belajar mengajar yang ada,
sehingga siswa akan dapat memperoleh prestasi yang baik.
B. PEMBAHASAN
1. Disiplin
Dalam
kehidupan sehari-hari kita sering dengar orang mengatakan bahwa si Badu adalah
orang yang memiliki disiplin yang tinggi, sedangkan si Amat adalah orang yang
kurang disiplin. Sebutan orang yang memiliki disiplin tinggi biasanya tertuju
kepada orang yang selalu hadir tepat waktu, taat terhadap aturan, berperilaku
sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Sebaliknya, sebutan orang yang kurang disiplin
biasanya ditujukan kepada orang yang kurang atau tidak dapat mentaati peraturan
dan ketentuan yang berlaku.
Seorang siswa dalam mengikuti
kegiatan belajar di sekolah tidak akan lepas dari berbagai peraturan dan tata
tetib yang diberlakukan di sekolah, dan setiap siswa dituntut untuk dapat
berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolahnya. Sikap
disiplin belajar bagi setiap siswa berbeda-beda antara siswa yang satu dengan
siswa yang lainnya. Ada siswa yang memiliki disiplin belajar yang rendah
sementara yang lain memiliki disiplin belajar yang tinggi. Keadaan seperti ini
perlu disadari bahwa disiplin bagi siswa adalah sebagai proses perkembangan
yang dipengaruhi oleh beberapa faktor baik yang datang dari luar maupun dari
dalam diri siswa itu sendiri.
Siswa yang menyadari belajar
merupakan suatu kebutuhan dan kewajiban dengan sendirinya akan belajar tanpa
ada yang memaksa dan siswa tersebut memiliki kecenderungan disiplin yang tinggi
dalam belajarnya. Dengan disiplin dalam belajar maka rasa malas, rasa enggan
dan rasa menentang akan dapat teratasi sehingga siswa akan belajar sesuai
harapan-harapan yang diinginkannya. Kedisiplinan belajar pada siswa ikut
memberikan pengaruh terhadap hasil belajar yang dicapainya. Siswa yang memiliki
disiplin belajar yang tinggi akan dapat belajar dengan baik, terarah dan
teratur sehingga dimungkinkan akan mendapatkan hasil belajar yang baik pula.
Hal ini selaras dengan pendapat Bimo Walagito (1989:127) yaitu sekalipun
mempunyai rencana belajar yang baik, akan tetapi tinggal rencana kalau tidak
adanya kedisiplinan maka akan berpengaruh terhadap prestasinya.
Menurut Sofchah Sulistyowati
(2001:3) menyebutkan agar seorang pelajar dapat belajar dengan baik ia harus
bersikap disiplin, terutama disiplin dalam hal-hal sebagai berikut :
1.
Disiplin dalam menepati jadwal pelajaran.
2. Disiplin dalam mengatasi semua godaan
yang akan menunda-nunda waktu belajar.
3. Disiplin terhadap diri sendiri untuk
dapat menumbuhkan kemauan dan semangat belajar baik di sekolah seperti menaati
tata tertib, maupun disiplin di rumah seperti teratur dalam belajar.
4. Disiplin
dalam menjaga kondisi fisik agar selalu sehat dan fit dengan cara makan yang
teratur dan bergizi serta berolahraga secara teratur.
Dari uraian diatas jelaslah bahwa
disiplin dalam belajar hendaknya dimiliki oleh setiap siswa, yang akhirnya
nanti bisa menjadi kebiasaan, maka akan terbentuk etos belajar yang baik.
Belajar bukan lagi sebagai beban melainkan sudah dianggap sebagai kebutuhan
hidupnya. Dengan disiplin diharapkan mampu membuat siswa untuk berperilaku
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan disiplin yang baik tentu
akan dapat melahirkan prestasi belajar yang baik juga.
2. Prestasi Belajar.
Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar
diperlukan adanya evaluasi yang nantinya akan dijadikan sebagai tolok ukur
maksimal yang telah dicapai siswa setelah melakukan kegiatan belajar selama
waktu yang telah ditentukan. Apabila pemberian materi telah dirasa cukup, guru
dapat melakukan tes yang hasilnya akan digunakan sebagai ukuran dari prestasi
belajar yang bukan hanya terdiri dari nilai mata pelajaran saja tetapi juga
mencakup nilai tingkah laku siswa selama berlangsungnya proses belajar
mengajar.
Prestasi merupakan hasil yang
dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu. Menurut
Tulus Tu’u (2004:75) menyatakan prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan
atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran yang lazimnya
ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan guru.
Prestasi belajar adalah hasil
kemampuan seseorang pada bidang tertentu dalam mencapai tingkat kedewasaan yang
langsung dapat diukur dengan tes. Penilaian dapat berupa angka atau huruf.
Keberhasilan siswa dalam mencapai prestasi dipengaruhi oleh beberapa faktor
yaitu tingkat kecerdasan yang baik, pelajaran sesuai dengan bakat yang
dimiliki, ada minat dan perhatian yang tinggi dalam pembelajaran, motivasi yang
baik dalam belajar, cara belajar yang baik dan strategi pembelajaran yang
dikembangkan guru sangat baik. Suasana keluarga yang mendorong anak untuk maju,
selain itu lingkungan sekolah yang tertib, teratur dan disiplin merupakan
pendorong dalam proses pencapaian prestasi belajar.
Pencapaian prestasi belajar yang
baik tidak hanya diperoleh dari tingkat kecerdasan siswa saja, tetapi juga
didukung oleh lingkungan keluarga dan sekolah dimana guru dan alat belajar
dijadikan sebagai sumber belajar bagi kelancaran proses belajar mengajar.
Keberhasilan siswa dalam mencapai prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor
yaitu tingkat kecerdasan yang baik, pelajaran sesuai dengan bakat yang
dimiliki, ada minat dan perhatian yang tinggi dalam pembelajaran, motivasi yang
baik dalam belajar, cara belajar yang baik dan strategi pembelajaran yang
dikembangkan guru. Suasana keluarga yang mendorong anak untuk maju, selain itu
lingkungan sekolah yang tertib, teratur dan disiplin merupakan pendorong dalam
proses pencapaian prestasi belajar.
3. Peran Disiplin Dalam Meningkatkan
Prestasi Belajar Siswa.
Berbicara
tentang mutu pendidikan tidak akan lepas dari kegiatan belajar. Hasil kegiatan
belajar yang diharapkan adalah prestasi belajar yang baik. Setiap siswa pasti
mendambakan prestasi belajar yang tinggi. Untuk mencapai pretasi belajar yang
optimal tidak lepas dari kondisi-kondisi dimana kemungkinan siswa dapat belajar
dengan efektif.
Memperoleh prestasi belajar yang
baik tidaklah mudah, banyak faktor yang mempengaruhi. Faktor siswa memegang
peranan dalam mencapai prestasi belajar yang baik, karena siswa yang melakukan
kegiatan belajar perlu memiliki karakter belajar dan disiplin belajar. Sekolah
merupakan lembagai formal sebagai wadah untuk kegiatan belajar mengajar. Agar
proses belajar mengajar lancar, maka seluruh siswa harus mematuhi tata tertib
dengan penuh rasa disiplin yang tinggi. Peranan Disiplin menurut Andi
Rasdiyanah (1995:128) adalah kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu
sistem yang mengharuskan orang untuk tunduk pada keputusan, perintah atau
peraturan yang berlaku. Perilaku disiplin sangat diperlukan dalam pembinaan
perkembangan anak untuk menuju masa depan yang lebih baik. Siswa yang memiliki
disiplin belajar akan menunjukkan kesiapannya dalam mengikuti pelajaran di
kelas, memperhatikan pelajaran guru, mengerjakan tugas dan memiliki kelengkapan
belajar seperti buku dan alat-alat belajar lainnya.
Berdisiplin sangat penting bagi
setiap siswa. Berdisiplin akan membuat seorang siswa memiliki kecakapan
mengenai cara belajar yang baik, juga merupakan suatu proses kearah pembentukan
watak yang baik. Disiplin yang diterapkan di masing-masing lingkungan tersebut
memberi dampak bagi pertumbuhan kepribadian yang baik. Oleh karena itu, dengan
disiplin seorang akan terbiasa mengikuti, mematuhi aturan yang berlaku dan
kebiasaan itu lama kelamaan masuk ke dalam dirinya serta berperan dalam
membangun kepribagian yang baik.
Belajar adalah suatu perubahan dalam
kepribadian, menyiratkan bahwa prestasi belajar itu sangat erat dengan usaha
pembiasaan, sedangkan pembiasaan itu sendiri berhasil atau tidaknya tergantung
pada kemampuan untuk menciptakan atau memegang teguh kedisiplinan. Jadi peranan
disiplin dalam belajar sangat besar pengaruhnya dalam meningkat prestasi siswa.
Menurut
Sofchah Sulistiyowati (2001:101) siswa yang disiplin dalam belajar memiliki
ciri-ciri sebagai berikut :
a.
Mengarahkan energi untuk belajar secara kontinyu
b.
Melakukan belajar dengan kesungguhan dan tidak membiarkan waktu luang.
c.
Patuh terhadap rambu-rambu yang diberikan guru dalam belajar.
d.
Patuh dan ta’at terhadap tata tertib belajar di sekolah.
e.
Menunjukkan sikap antusias dalam belajar.
f.
Mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas dengan gairah dan partisifatif
g.
Menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru dengan baik.
h. Tidak melakukan hal-hal yang dilarang
oleh guru berkenaan dengan kegiatan belajar seperti mencontek, membolos,
berkelahi, membuat gaduh di kelas.
Dari
uraian diatas jelaslah bahwa disiplin mempunyai peran dalam meningkatkan
prestasi belajar siswa di sekolah.
C. KESIMPULAN
Dari
uraian diatas dapatlah disimpulkan sebagai berikut :
1. Untuk meningkatkan prestasi belajar
siswa di sekolah guru dapat lebih meningkatkan kedisiplinan belajar siswa,
terutama pada waktu jam efektif belajar di kelas. Dalam hal ini guru harus
benar-benar menguasai kelas dan menguasai bahan ajar yang sedang diajarnya.
Sehingga siswa tidak ada kesempatan bermain sewaktu proses belajar mengajar
berlangsung.
2. Dalam membuat tata tertib melibatkan
perwakilan wali murid dan perwakilan siswa, agar tata tertib yang berlaku di
sekolah merupakan hasil kesepakatan bersama sehingga siswa akan lebih mematuhi
tata tertib tersebut sehingga disiplin dapat di tegakkan.
3. Menciptakan iklim sekolah yang lebih
baik melalui peningkatan pelaksanaan tata tertib sekolah, peningkatan aktivitas
belajar mengajar, peningkatan suasana sekolah yang lebih kondusif.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber
Dari Buku :
Andi Rasdiyanah, 1995, Pendidikan Agama Islam, Lubuk Agung,
Bandung.
Bimo
Walagito, 1989, Bimbingan dan Penyuluhan
di Sekolah, Andi Offset, Yogyakarta.
Slameto,
2003, Belajar dan Faktor-faktor Yang
Mempengaruhinya, Rineka
Cipta, Jakarta.
Sofchah
Sulistiyowati, 2001, Disiplin Belajar, Pustaka
Setia, Bandung.
Tulus Tu’u,
2004. Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Siswa, Grasindo,
Jakarta
Sumber Dari Internet :
Mukti Sari,
2010, Hubungan Antara Disiplin Kerja dan
Iklim Sekolah di SMK Se-Kota Malang, http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/Asp/article/view/1160, diakses pada 27
Juli 2011.
Langganan:
Postingan (Atom)