Sabtu, 01 Oktober 2011


PERAN DISIPLIN DALAM MENINGKATKAN 
PRESTASI BELAJAR SISWA
PENDAHULUAN
            Didalam proses belajar mengajar, disiplin merupakan suatu masalah yang penting. Seorang siswa perlu memiliki sikap disiplin dengan melakukan latihan yang dapat memperkuat dirinya sendiri untuk selalu terbiasa patuh dan mempertinggi daya kendali diri. Sikap disiplin yang timbul dari kesadarannya sendiri akan dapat lebih mamacu dan tahan lama dibandingkan dengan sikap disiplin yang timbul karena adanya pengawasan dari orang lain.
            Disiplin dapat tumbuh dan dibina melalui latihan, pendidikan atau penanaman kebiasaan yang harus dimulai sejak dalam lingkungan keluarga, mulai pada masa kanak-kanak dan terus tumbuh berkembang sehingga menjadi disiplin yang semakin kuat. Seperti halnya disebutkan oleh Tulus Tu’u (2004:37) bahwa dengan disiplin yang muncul karena kesadaran diri, siswa berhasil dalam belajar, tanpa disiplin yang baik suasana sekolah dan juga kelas menjadi kurang kondusif bagi kegiatan pembelajaran. Secara positif disiplin memberi dukungan lingkungan yang tenang dan tertib bagi proses pembelajaran, disiplin merupakan jalan bagi siswa untuk sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja karena kesadaran pentingnya norma, aturan, kepatuhan dan ketaatan merupakan kesuksesan seseorang.
            Disiplin tidak dibentuk dalam waktu sekecap. Diperlukan pembinaan, tempaan yang terus menerus sejak dini. Melalui tempaan manusia akan menjadi kuat. Melalui tempaan mental dan moral seseorang akan teruji, melalui tempaan pula menjadikan seseorang dapat mengatasi masalah-masalah dengan penuh ketabahan dan kegigihan. Melalui tempaan pula mereka memperoleh nilai tambah. Disiplin tersebut akan terwujud melalui pembinaan sejak dini, sejak usia muda, dimulai dari lingkungan keluarga melalui pendidikan yang tertanam sejak usia muda yang semakin lama semakin menyatu dalam dirinya dengan bertambahnya usia.
            Keberhasilan belajar juga dapat diciptakan melalui kedisiplinan siswa dalam belajar. Slameto (2003:3) mengatakan bahwa disiplin merupakan kata benda yang berarti perilaku atau tata tertib yang sesuai dengan peraturan atau ketetapan atau perilaku yang diperoleh dari pelatihan. Disiplin juga merupakan kata kerja yang berarti menciptakan keadaan tertib dan patuh dengan pelatihan dan pengawasan serta melakukan pembetulan kesalahan demi kesalahan. Sehingga siswa akan lebih mudah dalam menguasai pengetahuan yang diberikan serta dapat memanfaatkan dalam kehidupan dimasyarakat.
            Berdasarkan pengalaman penulis selama ini masih terdapat sekelompok siswa yang tingkat kedisiplinan belajarnya masih rendah. Hal ini nampak pada siswa dalam mengikuti pelajaran di kelas terkesan tidak atau kurang serius bahkan kadang terkesan semaunya. Siswa datang terlambat, siswa sering tidak mencatat, siswa tidak segera memasuki kelas meskipun bel tanda masuk telah berbunyi, siswa tidak mengerjakan tugas, siswa lebih senang berbicara dengan teman-temannya dari pada mencoba mengerjakan soal, tidak mendengarkan dengan serius saat guru menerangkan dan masih banyak lagi perilaku tidak disiplin dalam belajar yang dilakukan siswa di sekolah.
            Kondisi semacam ini mempengaruhi hasil belajar yang berdampak pada prestasi belajar siswa. Perilaku tidak disiplin yang dilakukan siswa apabila tidak segera ditangani untuk diubah menjadi perilaku yang disiplin, akan berpengaruh pada kepribadian siswa yang tentunya akan sangat merugikan diri siswa itu sendiri.
            Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas seorang guru memiliki peran utama sekaligus sebagai pembimbing. Oleh karena itu, secara langsung guru bertanggung jawab memberikan bantuan terhadap siswa dalam upaya menemukan pribadi dan merencanakan masa depan termasuk mengubah perilaku yang kurang baik menjadi perilaku terpuji.
Dalam membuat tata tertib sekolah pihak sekolah harus melibatkan perwakilan wali murid dan perwakilan siswa, agar tata tertib yang berlaku di sekolah merupakan hasil kesepakatan bersama sehingga siswa akan lebih mematuhi tata tertib tersebut. Pemberian tata tertib dan pengawasan terhadap pelaksanaannya serta penjelasan-penjelasan terhadap arti pentingnya kedisiplinan diharapkan akan dapat menumbuhkan rasa disiplin dalam diri siswa. Terciptanya sikap disiplin belajar di sekolah akan mendukung proses kegiatan belajar mengajar yang ada, sehingga siswa akan dapat memperoleh prestasi yang baik.

B. PEMBAHASAN
1. Disiplin
            Dalam kehidupan sehari-hari kita sering dengar orang mengatakan bahwa si Badu adalah orang yang memiliki disiplin yang tinggi, sedangkan si Amat adalah orang yang kurang disiplin. Sebutan orang yang memiliki disiplin tinggi biasanya tertuju kepada orang yang selalu hadir tepat waktu, taat terhadap aturan, berperilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Sebaliknya, sebutan orang yang kurang disiplin biasanya ditujukan kepada orang yang kurang atau tidak dapat mentaati peraturan dan ketentuan yang berlaku.
            Seorang siswa dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah tidak akan lepas dari berbagai peraturan dan tata tetib yang diberlakukan di sekolah, dan setiap siswa dituntut untuk dapat berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolahnya. Sikap disiplin belajar bagi setiap siswa berbeda-beda antara siswa yang satu dengan siswa yang lainnya. Ada siswa yang memiliki disiplin belajar yang rendah sementara yang lain memiliki disiplin belajar yang tinggi. Keadaan seperti ini perlu disadari bahwa disiplin bagi siswa adalah sebagai proses perkembangan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor baik yang datang dari luar maupun dari dalam diri siswa itu sendiri.
            Siswa yang menyadari belajar merupakan suatu kebutuhan dan kewajiban dengan sendirinya akan belajar tanpa ada yang memaksa dan siswa tersebut memiliki kecenderungan disiplin yang tinggi dalam belajarnya. Dengan disiplin dalam belajar maka rasa malas, rasa enggan dan rasa menentang akan dapat teratasi sehingga siswa akan belajar sesuai harapan-harapan yang diinginkannya. Kedisiplinan belajar pada siswa ikut memberikan pengaruh terhadap hasil belajar yang dicapainya. Siswa yang memiliki disiplin belajar yang tinggi akan dapat belajar dengan baik, terarah dan teratur sehingga dimungkinkan akan mendapatkan hasil belajar yang baik pula. Hal ini selaras dengan pendapat Bimo Walagito (1989:127) yaitu sekalipun mempunyai rencana belajar yang baik, akan tetapi tinggal rencana kalau tidak adanya kedisiplinan maka akan berpengaruh terhadap prestasinya.
            Menurut Sofchah Sulistyowati (2001:3) menyebutkan agar seorang pelajar dapat belajar dengan baik ia harus bersikap disiplin, terutama disiplin dalam hal-hal sebagai berikut :
1. Disiplin dalam menepati jadwal pelajaran.
2. Disiplin dalam mengatasi semua godaan yang akan menunda-nunda waktu belajar.
3. Disiplin terhadap diri sendiri untuk dapat menumbuhkan kemauan dan semangat belajar baik di sekolah seperti menaati tata tertib, maupun disiplin di rumah seperti teratur dalam belajar.
4.  Disiplin dalam menjaga kondisi fisik agar selalu sehat dan fit dengan cara makan yang teratur dan bergizi serta berolahraga secara teratur.
            Dari uraian diatas jelaslah bahwa disiplin dalam belajar hendaknya dimiliki oleh setiap siswa, yang akhirnya nanti bisa menjadi kebiasaan, maka akan terbentuk etos belajar yang baik. Belajar bukan lagi sebagai beban melainkan sudah dianggap sebagai kebutuhan hidupnya. Dengan disiplin diharapkan mampu membuat siswa untuk berperilaku sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan disiplin yang baik tentu akan dapat melahirkan prestasi belajar yang baik juga.

2. Prestasi Belajar.
            Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar diperlukan adanya evaluasi yang nantinya akan dijadikan sebagai tolok ukur maksimal yang telah dicapai siswa setelah melakukan kegiatan belajar selama waktu yang telah ditentukan. Apabila pemberian materi telah dirasa cukup, guru dapat melakukan tes yang hasilnya akan digunakan sebagai ukuran dari prestasi belajar yang bukan hanya terdiri dari nilai mata pelajaran saja tetapi juga mencakup nilai tingkah laku siswa selama berlangsungnya proses belajar mengajar.
            Prestasi merupakan hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu. Menurut Tulus Tu’u (2004:75) menyatakan prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan guru.
            Prestasi belajar adalah hasil kemampuan seseorang pada bidang tertentu dalam mencapai tingkat kedewasaan yang langsung dapat diukur dengan tes. Penilaian dapat berupa angka atau huruf. Keberhasilan siswa dalam mencapai prestasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tingkat kecerdasan yang baik, pelajaran sesuai dengan bakat yang dimiliki, ada minat dan perhatian yang tinggi dalam pembelajaran, motivasi yang baik dalam belajar, cara belajar yang baik dan strategi pembelajaran yang dikembangkan guru sangat baik. Suasana keluarga yang mendorong anak untuk maju, selain itu lingkungan sekolah yang tertib, teratur dan disiplin merupakan pendorong dalam proses pencapaian prestasi belajar.
            Pencapaian prestasi belajar yang baik tidak hanya diperoleh dari tingkat kecerdasan siswa saja, tetapi juga didukung oleh lingkungan keluarga dan sekolah dimana guru dan alat belajar dijadikan sebagai sumber belajar bagi kelancaran proses belajar mengajar. Keberhasilan siswa dalam mencapai prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tingkat kecerdasan yang baik, pelajaran sesuai dengan bakat yang dimiliki, ada minat dan perhatian yang tinggi dalam pembelajaran, motivasi yang baik dalam belajar, cara belajar yang baik dan strategi pembelajaran yang dikembangkan guru. Suasana keluarga yang mendorong anak untuk maju, selain itu lingkungan sekolah yang tertib, teratur dan disiplin merupakan pendorong dalam proses pencapaian prestasi belajar.

3. Peran Disiplin Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa.
            Berbicara tentang mutu pendidikan tidak akan lepas dari kegiatan belajar. Hasil kegiatan belajar yang diharapkan adalah prestasi belajar yang baik. Setiap siswa pasti mendambakan prestasi belajar yang tinggi. Untuk mencapai pretasi belajar yang optimal tidak lepas dari kondisi-kondisi dimana kemungkinan siswa dapat belajar dengan efektif.             
            Memperoleh prestasi belajar yang baik tidaklah mudah, banyak faktor yang mempengaruhi. Faktor siswa memegang peranan dalam mencapai prestasi belajar yang baik, karena siswa yang melakukan kegiatan belajar perlu memiliki karakter belajar dan disiplin belajar. Sekolah merupakan lembagai formal sebagai wadah untuk kegiatan belajar mengajar. Agar proses belajar mengajar lancar, maka seluruh siswa harus mematuhi tata tertib dengan penuh rasa disiplin yang tinggi. Peranan Disiplin menurut Andi Rasdiyanah (1995:128) adalah kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu sistem yang mengharuskan orang untuk tunduk pada keputusan, perintah atau peraturan yang berlaku. Perilaku disiplin sangat diperlukan dalam pembinaan perkembangan anak untuk menuju masa depan yang lebih baik. Siswa yang memiliki disiplin belajar akan menunjukkan kesiapannya dalam mengikuti pelajaran di kelas, memperhatikan pelajaran guru, mengerjakan tugas dan memiliki kelengkapan belajar seperti buku dan alat-alat belajar lainnya.
            Berdisiplin sangat penting bagi setiap siswa. Berdisiplin akan membuat seorang siswa memiliki kecakapan mengenai cara belajar yang baik, juga merupakan suatu proses kearah pembentukan watak yang baik. Disiplin yang diterapkan di masing-masing lingkungan tersebut memberi dampak bagi pertumbuhan kepribadian yang baik. Oleh karena itu, dengan disiplin seorang akan terbiasa mengikuti, mematuhi aturan yang berlaku dan kebiasaan itu lama kelamaan masuk ke dalam dirinya serta berperan dalam membangun kepribagian yang baik.
            Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian, menyiratkan bahwa prestasi belajar itu sangat erat dengan usaha pembiasaan, sedangkan pembiasaan itu sendiri berhasil atau tidaknya tergantung pada kemampuan untuk menciptakan atau memegang teguh kedisiplinan. Jadi peranan disiplin dalam belajar sangat besar pengaruhnya dalam meningkat prestasi siswa.
Menurut Sofchah Sulistiyowati (2001:101) siswa yang disiplin dalam belajar memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Mengarahkan energi untuk belajar secara kontinyu
b. Melakukan belajar dengan kesungguhan dan tidak membiarkan waktu luang.
c. Patuh terhadap rambu-rambu yang diberikan guru dalam belajar.
d. Patuh dan ta’at terhadap tata tertib belajar di sekolah.
e. Menunjukkan sikap antusias dalam belajar.
f. Mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas dengan gairah dan partisifatif
g. Menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru dengan baik.
h. Tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh guru berkenaan dengan kegiatan belajar seperti mencontek, membolos, berkelahi, membuat gaduh di kelas.
Dari uraian diatas jelaslah bahwa disiplin mempunyai peran dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di sekolah.

C. KESIMPULAN
            Dari uraian diatas dapatlah disimpulkan sebagai berikut :
1. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di sekolah guru dapat lebih meningkatkan kedisiplinan belajar siswa, terutama pada waktu jam efektif belajar di kelas. Dalam hal ini guru harus benar-benar menguasai kelas dan menguasai bahan ajar yang sedang diajarnya. Sehingga siswa tidak ada kesempatan bermain sewaktu proses belajar mengajar berlangsung.
2. Dalam membuat tata tertib melibatkan perwakilan wali murid dan perwakilan siswa, agar tata tertib yang berlaku di sekolah merupakan hasil kesepakatan bersama sehingga siswa akan lebih mematuhi tata tertib tersebut sehingga disiplin dapat di tegakkan.
3. Menciptakan iklim sekolah yang lebih baik melalui peningkatan pelaksanaan tata tertib sekolah, peningkatan aktivitas belajar mengajar, peningkatan suasana sekolah yang lebih kondusif.
           
           




DAFTAR PUSTAKA

Sumber Dari Buku :

Andi Rasdiyanah, 1995, Pendidikan Agama Islam, Lubuk Agung, Bandung.

Bimo Walagito, 1989, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah, Andi Offset, Yogyakarta.

Slameto, 2003,  Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya, Rineka Cipta, Jakarta.

Sofchah Sulistiyowati, 2001, Disiplin Belajar, Pustaka Setia, Bandung.

Tulus Tu’u, 2004. Peran Disiplin Pada Perilaku dan Prestasi Siswa, Grasindo, Jakarta

Sumber Dari Internet :

Mukti Sari, 2010, Hubungan Antara Disiplin Kerja dan Iklim Sekolah di SMK Se-Kota Malang, http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/Asp/article/view/1160, diakses pada 27 Juli 2011.

1 komentar:

  1. Maaf mengganggu pak.. Saya ingin bertanya ..Dimana saya bs memperoleh buku karya bpk Tulus Tu'u ??

    BalasHapus